Kembali ke Artikel
Tips memilih pasangan sesuai dengan visi pernikahan
Tips Ta'aruf
14 views

Tips memilih pasangan sesuai dengan visi pernikahan

Oleh Admin Taarufin

Memilih pasangan hidup adalah langkah strategis dalam mewujudkan sebuah rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Dalam Islam, tujuan pernikahan tidak hanya memenuhi kebutuhan duniawi, melainkan juga membentuk pribadi, keluarga, dan masyarakat agar lebih taat kepada Allah. Visi pernikahan yang jelas membantu pasangan menjaga fokus ibadah, mengajari anak-anak nilai-nilai Qurani, serta membangun fondasi kasih sayang di tengah tantangan hidup. Artikel ini mengupas bagaimana memilih pasangan yang sejalan dengan visi pernikahan yang diridhoi Allah, dengan rujukan Al-Quran dan Hadits.

Landasan syariah dalam memilih pasangan

Beberapa petunjuk utama dalam Al-Quran dan Hadits menjadi dasar bagi proses ta'aruf dan pemilihan pasangan. Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan agar manusia merasakan ketenangan dan kedamaian, serta di antara keduanya tumbuh kasih sayang. Ayat ini menegaskan pentingnya keselarasan tujuan hidup dalam pernikahan: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu tenang di sampingnya; dan dijadikan di antaramu rasa kasih sayang dan sayang-mengasihi." (Surah Ar-Rum, 30:21).

Selain itu, Al-Quran juga mendorong pernikahan bagi mereka yang masih lajang dengan mempersilakan mereka menikah jika telah cukup syarat dan akhlaknya. "Dan kahwinkanlah orang-orang yang la-yamunkin (para perempuan) di antara kamu, dan orang-orang yang masih terikat (dengan kemasyrikan) di antara hamba-hamba sahemu. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemudahan kepada mereka karena kurnia-Nya." (Surah An-Nur, 24:32). Ayat ini menekankan bahwa nikah adalah jalan menata masa depan dengan izin Allah dan melalui kemampuan berbuat baik kepada sesama.

Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga menekankan kriteria utama calon pasangan: "Jika datang kepada kalian seorang yang kalian ridha agamanya dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia." Hadits ini menegaskan bahwa aspek agama (deen) dan akhlak (khuluq) adalah dua pilar utama dalam memilih pasangan. Dengan demikian, visi pernikahan yang Islami menuntut penilaian yang jelas terhadap keduanya sebelum memantapkan niat menikah.

Kriteria utama calon pasangan untuk visi pernikahan

  • Agama dan akhlak: Prioritaskan calon yang menunjukkan komitmen pada ibadah, akhlak mulia, dan konsistensi dalam menegakkan nilai-nilai Islam. Ini sejalan dengan hadits mengenai pentingnya agama dan akhlak sebagai penentu kecocokan pasangan.
  • Visi hidup yang sejalan: Calon pasangan sebaiknya memiliki gambaran yang sejalan tentang tujuan hidup, pola pendidikan anak, pola ibadah keluarga, serta bagaimana keduanya membangun rumah tangga yang berlandaskan syariat.
  • Integritas dan iman yang konsisten: Kejujuran, tanggung jawab, dan kestabilan emosional menjadi indikator penting untuk membangun keluarga yang amanah dan damai.
  • Peran dan hak dalam rumah tangga: Paham akan hak dan tanggung jawab sebagai suami-istri, termasuk bagaimana membagi peran, mengelola keuangan, serta mengasuh anak dengan nilai-nilai Islam.
  • Komunikasi dan kerendahan hati: Kemampuan berdialog, mendengarkan, dan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan atau ego yang tinggi. Komunikasi yang sehat menjadi kendaraan bagi visi pernikahan yang harmonis.

Langkah praktis ta'aruf untuk menilai visi pernikahan

Ta'aruf adalah proses mengenal calon pasangan secara terjaga syariat dan dengan mediasi wali. Langkah-langkah berikut membantu mengevaluasi kesesuaian visi pernikahan secara berlandaskan ajaran Islam:

  • Tentukan visi pernikahan sejak awal: Sebelum bertemu secara langsung, keduanya menyepakati visi yang diinginkan: ketaatan kepada Allah, pembinaan akhlak, pengabdian kepada keluarga, dan kontribusi pada komunitas. Visi ini menjadi kriteria evaluasi selama ta'aruf.
  • Gunakan perantara wali dan prinsip adab ta'aruf: Ta'aruf sebaiknya dilakukan dengan wali dan dalam suasana yang menjaga kehormatan, menghindari fitnah, serta memudahkan evaluasi termasuk aspek akhlak dan komitmen.
  • Rancang sesi tanya jawab yang terarah: Siapkan pertanyaan terkait agama (ibadah, pengetahuan Al-Quran, kebiasaan membaca hadis), rencana hidup (karir, pendidikan anak, tempat tinggal), keuangan (pendapatan, anggaran, sedekah, hutang), serta pandangan terhadap tarbiyah keluarga.
  • Evaluasi melalui observasi akhlak: Lihat bagaimana calon berinteraksi dengan orang lain, terutama dengan keluarga, teman dekat, dan orang-orang yang kurang beruntung. Sifat rendah hati, sabar, dan empati adalah petunjuk penting.
  • Pertimbangan arah taqwa dalam keputusan: Nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, dan taqwa seharusnya menjadi kompas saat menilai apakah visi pernikahan akan membawa kedekatan kepada Allah.
  • Transparansi soal masa depan: Bahas tentang rencana mengasuh anak, pendidikan agama, pembagian tugas rumah tangga, dan bagaimana menghadapi ujian hidup. Keterbukaan adalah kunci untuk menghindari salah faham di kemudian hari.

Bagaimana mengevaluasi visi pernikahan secara konkret

  • Rencana ibadah bersama: Apakah pasangan ingin membentuk ritme ibadah keluarga, seperti shalat berjamaah, pembacaan Al-Quran rutin, dan pembelajaran hadis bersama?
  • Pendidikan anak: Bagaimana mereka membayangkan pendidikan anak secara spiritual, akhlak, dan ilmu dunia? Apakah keduanya sepakat pada nilai-nilai inti Islam dalam pengasuhan?
  • Keuangan keluarga: Sejauh mana keduanya sepakat tentang perencanaan anggaran, tabungan, zakat, serta penggunaan sumber daya untuk tujuan sosial dan dakwah?
  • Peran suami-istri: Apa ekspektasi masing-masing terhadap peran dalam rumah tangga? Bagaimana mereka menyikapi konflik dengan cara Islami?
  • Hubungan dengan lingkungan sekitar: Bagaimana pasangan ingin berkontribusi pada komunitas, menolong sesama, dan menjaga akhlak di lingkungan sekitar?

Doa dan tata cara berdoa dalam ta'aruf

Doa adalah bagian penting dalam setiap langkah ta'aruf. Selain bekerja dengan ikhtiar dan adab, memohon kepada Allah agar diberi kemudahan dan petunjuk adalah bagian dari ikhtiar yang benar. Beberapa arah doa yang dianjurkan secara umum adalah memohon ketetapan hati pada jalan yang diridhoi, serta memohon kemantapan dalam menjalankan visi pernikahan yang islami. Sebagai landasan, kita bisa memohon kepada Allah agar menjadikan kita pasangan yang saling mencintai karena-Nya dan menjaga keduanya dari hal-hal yang menyesatkan.

Dalam banyak doa dan praktik, firman-firman dan hadits menuntun kita untuk meminta kemudahan dalam urusan pernikahan dan kehendak Allah atas pasangan yang tepat. Rasulullah juga menasihatkan agar memilih pasangan yang memiliki agama dan akhlak terpuji, karena keduanya adalah landasan rumah tangga yang kokoh. Oleh karena itu, berdoa sambil berusaha dengan ta'aruf yang syar'i adalah jalan yang disyariatkan untuk mewujudkan visi pernikahan yang berlandaskan iman.

Contoh doa praktis yang dianjurkan dalam ta'aruf adalah doa memohon kemudahan dalam kebaikan, ridha Allah, dan keberkahan pasangan. Anda bisa berdoa dengan bahasa mudah namun penuh ketulusan, misalnya memohon agar Allah menolong dalam menempuh jalan ta'aruf yang benar, meneguhkan hati pada keputusan yang diridhai-Nya, dan mempertemukan dengan calon pasangan yang memiliki deen dan akhlak yang baik.

Penutup

Visi pernikahan yang kokoh berangkat dari landasan Al-Quran dan sunah, serta ditopang oleh proses ta'aruf yang santun dan terstruktur. Memilih pasangan bukan sekadar memilih seseorang yang menarik secara fisik atau materi, melainkan seseorang yang mampu menjadi mitra dalam taqwa, membangun rumah tangga yang diberkahi, dan membentuk generasi yang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan memegang teguh prinsip agama, akhlak, dan visi hidup yang sejalan, pasangan dapat menghadapi ujian hidup dengan sabar, saling mendukung, dan terus berupaya menggapai rida Allah. Semoga Allah memudahkan jalan kita semua menuju pernikahan yang diridhoi-Nya, dan menjadikan kita pasangan yang saling menjaga iman di setiap langkah kehidupan.

Siap Memulai Perjalanan Ta'aruf?

Daftar sekarang dan temukan pasangan hidup sesuai syariat Islam

Daftar Gratis