Kembali ke Artikel
Menjadi suami yang dirindukan
Keluarga
12 views

Menjadi suami yang dirindukan

Oleh Admin Taarufin

Menjadi suami yang dirindukan adalah tujuan mulia dalam membangun keluarga sakinah. Islam memandang rumah tangga sebagai tempat ibadah, tempat tumbuhnya akhlak terpuji, dan ladang pahala jika dikelola dengan niat lurus. Dalam Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, terdapat pedoman yang jelas tentang bagaimana seorang laki laki bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, sahabat yang peduli, dan pelindung yang lemah lembut bagi istri serta anak-anak. Peralihan peran ini bukan sekadar tanggung jawab formal, melainkan sebuah amanah yang menuntut kesabaran, kerendahan hati, dan konsistensi dalam beribadah kepada Allah.

Fondasi spiritual dan akhlak mulia

Fondasi utama menjadi suami yang dirindukan adalah ketakwaan kepada Allah dan niat ikhlas untuk kebaikan rumah tangga. Dalam Al-Quran terdapat gambaran tentang kemesraan antara pasangan dan bagaimana mereka saling melengkapi. Di antara petunjuk penting adalah hubungan suami istri dianugerahi sifat keakraban dan ketenangan, sehingga rumah tangga menjadi tempat perlindungan. Allah berfirman bahwa pasangan-pasangan manusia diciptakan agar saling tenang, damai, dan bahagia, serta diletakkan kasih sayang dan mawaddah di antara keduanya.

  • Taqqwa dan niat ikhlas menjadi landasan setiap tindakan suami dalam rumah tangga. Ketakwaan membentuk kesabaran, kejujuran, dan empati terhadap istri.
  • Penghayatan hak dan kewajiban berdasarkan Al-Quran tentang tanggung jawab pemimpin keluarga yang bermakna, adil, dan penuh kasih sayang.
  • Ridha Allah sebagai tujuan utama setiap keputusan rumah tangga; Allah menilai niat dan usaha kita, bukan sekadar hasil yang terlihat di luar.

Di samping itu, Al-Quran mengingatkan bahwa laki laki dan perempuan saling menjadi pakaian satu sama lain, yaitu saling melindungi, menutupi aib, dan saling memperhatikan satu sama lain. Peran sebagai pasangan tidak hanya soal fisik, melainkan juga pembangunan karakter pribadi dan keluarga yang diridhoi Allah.

Komunikasi dan kasih sayang yang berkelindan

Komunikasi yang lembut, penuh hormat, dan jujur adalah kunci keharmonisan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap istrinya. Perilaku ini meliputi tutur kata yang santun, empati terhadap perasaan istri, dan kemampuan mendengar keluh kesahnya tanpa menghakimi. Keseimbangan antara berkata benar dan menjaga perasaan orang terdekat adalah wujud nyata kasih sayang dalam rumah tangga.

  • Dialog terbuka tentang kebutuhan, harapan, dan batasan masing masing tanpa nada yang menyinggung.
  • Ekspresi kasih sayang secara konsisten melalui kata kata, sentuhan ringan, atau pelukan saat dibutuhkan.
  • Kebersamaan dalam aktivitas keluarga seperti makan bersama, membaca Al-Quran, atau berdiskusi tentang rencana masa depan.

Hubungan yang sehat juga memerlukan pengendalian diri dalam menghadapi konflik. Gunakan kata kata yang menenangkan, hindari celaan, dan fokus pada penyelesaian masalah. Rasulullah mengajarkan pentingnya menjaga lisan dan perilaku agar persoalan tidak bertambah rumit.

Peran nafkah, tempat tinggal, dan hak hak istri

Islam menempatkan laki laki sebagai pemimpin yang menjaga dan melindungi keluarga. Dalam Al-Quran, hak dan kewajiban antara suami istri diuraikan dengan jelas, termasuk tanggung jawab nafkah, tempat tinggal, pakaian, dan perlindungan. Secara syariah, nafkah tidak semata mata memenuhi kebutuhan material, melainkan juga menjaga martabat istri, kenyamanan rumah, serta kehormatan keluarga. Menjadi suami yang dirindukan berarti melaksanakan hak-hak istri dengan adil, tidak menimbulkan beban berlebihan, dan selalu berupaya menjaga keharmonisan rumah tangga.

  • Nafkah lahir batin menempatkan kesejahteraan istri dan anak sebagai prioritas tanpa mengurangi hak lelaki untuk beribadah dan beristirahat.
  • Tempat tinggal yang layak dan suasana rumah yang aman serta bersih sebagai bentuk penghormatan terhadap istri.
  • Pakaian dan perawatan menjaga penampilan diri secara wajar untuk tidak mengabaikan istri dan menjaga kehormatan keluarga.

Selain itu, hak istri juga mencakup hormat terhadap pendapatnya, partisipasi dalam keputusan keluarga, dan perlindungan dari tindakan yang merendahkan. Imam dan Rasulullah mengajarkan bahwa rumah tangga yang sehat adalah rumah yang adil dalam pembagian tugas dan penghargaan terhadap kontribusi semua anggota keluarga.

Menghadapi konflik dengan hikmah dan sabar

Perselisihan bila muncul adalah hal yang wajar dalam dinamika manusia. Yang penting adalah bagaimana meresponsnya. Sabar, musyawarah, dan doa bersama adalah langkah langkah praktis untuk mengatasi perbedaan pendapat. Allah menegaskan pentingnya keduanya, yaitu kasih sayang dan mawaddah, sebagai pondasi hubungan suami istri. Dalam situasi sulit, hindari emosi meledak ledak, jaga tutur kata, dan carilah solusi yang memberi manfaat bagi keluarga secara menyeluruh.

  • Musyawarah untuk mengambil keputusan penting secara bersama sama, bukan otoritarian semata.
  • Maaf memaafkan ketika ada salah kata atau tindakan yang menyakiti, karena dosa terbesar adalah jika hubungan terputus karena aib kecil.
  • Kebiasaan dzikir dan doa memohon petunjuk Allah agar rumah tangga tetap damai dan diberkahi.

Perbuatan baik yang konsisten akan mengurangi potensi konflik. Ketika ada perasaan kecewa, seorang suami dianjurkan untuk kembali kepada inti tujuan, yakni meraih ridha Allah dan mewujudkan keluarga yang dirindukan oleh diri sendiri, istri, dan anak anak.

Membangun rumah tangga sakinah dekat di hati

Surah ar-Rum ayat 21 menegaskan bahwa Allah menjadikan pasangan dari yourselves untuk menciptakan ketenangan, kasih sayang dan kedamaian. Selain itu, ayat yang menyatakan bahwa di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan pasangan agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, lalu dijadikan di antara kamu kasih sayang dan mawaddah menunjukkan bahwa keutuhan rumah tangga adalah tujuan ilahi. Menjadi suami yang dirindukan berarti mengusahakan suasana rumah tangga yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga nyaman secara spiritual dan emosional, sehingga keluarga tumbuh dalam keimanan dan akhlak mulia.

  • Kasih sayang dan mawaddah bukan hanya perasaan, melainkan praktik rutin yang terlihat dalam keseharian keluarga.
  • Keteladanan akhlak sebagai guru bagi anak-anak dalam menilai perilaku orang tua dan membentuk karakter mereka.
  • Kebersamaan beribadah sebagai ikatan spiritual yang menguatkan hubungan antara suami istri dan anak anak.

Praktik konkret sehari hari untuk menjadi suami yang dirindukan

Berikut beberapa langkah nyata yang bisa dilakukan setiap hari untuk mewujudkan rumah tangga sakinah dan menjadi suami yang dirindukan. Langkah langkah ini bersumber dari prinsip umum Al-Quran dan Hadits tentang adab berkeluarga, perhatian terhadap istri, serta kedudukan suami sebagai pemimpin yang bertanggung jawab.

  • Doa bersama setiap malam memohon keberkahan rumah tangga, ketenteraman hati, dan petunjuk Allah dalam urusan keluarga.
  • Musyawarah rutin dalam memilih arah pendidikan anak, keuangan keluarga, dan aktivitas rumah tangga lainnya.
  • Berbagi tugas secara adil antara suami istri sesuai kemampuan masing masing, sehingga tidak ada pihak yang terbebani berlebihan.
  • Pujian dan apresiasi atas usaha istri, baik dalam urusan rumah tangga maupun pekerjaan di luar rumah, sebagai bentuk penghormatan.
  • Quality time tanpa gadget untuk saling mendengar dan berbagi cerita tentang hari hari yang dilalui.
  • Memelihara akhlak di hadapan anak karena teladan orang tua adalah pelajaran utama bagi anak anak dalam bertutur kata, sikap, dan cara berinteraksi.
  • Imam bagi keluarga dalam shalat dan pembiasaan adab islami, mengajarkan nilai nilai islam secara praktis di rumah.
  • Menjaga ucapan agar tidak menyakiti hati istri; hindari kata kata kasar yang merusak hubungan.
  • Rasa syukur dan dermawan kepada pasangan, anak-anak, dan pihak lain sebagai bagian dari akhlak islami yang mempengaruhi suasana rumah.
  • Membangun kedekatan spiritual bersama melalui membaca Al-Quran bersama, belajar sunah Nabi, dan menguatkan iman keluarga secara berkala.

Penutup

Menjadi suami yang dirindukan adalah proses panjang yang memerlukan komitmen, konsistensi, dan kerendahan hati. Dengan landasan Al-Quran dan Hadits, seseorang dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kunci utamanya adalah niat ikhlas karena Allah, menjaga hak dan kewajiban dengan adil, berkomunikasi secara lembut, menghadapi konflik dengan hikmah, serta meyakini bahwa rumah tangga yang dirindukan lahir dari amalan yang terus tumbuh dalam keimanan. Semoga setiap suami yang berjuang untuk kebaikan keluarga dicatat sebagai bagian dari amal ibadah di hadapan Allah. Amin."

Siap Memulai Perjalanan Ta'aruf?

Daftar sekarang dan temukan pasangan hidup sesuai syariat Islam

Daftar Gratis