Kembali ke Artikel
Kuasai Komunikasi Ta'aruf: 7 Teknik Berbicara dengan Calon Pasangan agar Tak Mudah Salah Paham
Komunikasi
7 views

Kuasai Komunikasi Ta'aruf: 7 Teknik Berbicara dengan Calon Pasangan agar Tak Mudah Salah Paham

Oleh Admin Taarufin

Pengantar: Mengapa Komunikasi Menentukan Hasil Ta'aruf

Proses ta'aruf bertujuan membangun fondasi keluarga yang dilandasi niat ibadah dan saling memahami. Dalam Islam, lisan yang terjaga adalah kunci harmonisasi hubungan. Rasulullah SAW mengingatkan kita tentang pentingnya berkata baik atau diam ketika berinteraksi dengan sesama. Hadis shahih menyatakan, siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah berkata baik atau diam. Prinsip ini menjadi landasan utama saat berkomunikasi dengan calon pasangan.

Landasan Syariah: Adab Berkomunikasi dalam Al Quran dan Hadis Shahih

Al Quran menegaskan larangan mengejek, menggunjing, dan berprasangka buruk terhadap sesama. Dalam Surah Al Hujurat ayat 11 12, Allah melarang orang beriman dari bergunjing dan mengandung prasangka yang dzalim. Ayat tersebut menunjukkan pentingnya menjaga bahasa dan niat saat berkomunikasi. Selain itu, hadits shahih menyampaikan bahwa sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, dan jika tidak bermanfaat, maka hendaklah menjaga lisan dengan tidak mengeluarkan kata kata yang merugikan. Dalam konteks ta'aruf, hal ini berarti kita perlu menggunakan komunikasi sebagai sarana membangun saling percaya, bukan alat untuk menipu atau menutupi kekhawatiran."

7 Teknik Komunikasi Efektif untuk Ta'aruf

  1. Dengar Aktif

    Berikan fokus penuh saat pasangan berbicara. Jangan menyela, catat poin penting, lalu rangkum kembali untuk memastikan pemahaman. Dengar aktif tidak hanya berarti telinga bekerja, tetapi juga memperlihatkan empati melalui kontak mata dan respons yang relevan.

  2. Gunakan Pertanyaan Terbuka

    Ajukan pertanyaan yang menuntun pada jawaban panjang, bukan ya atau tidak. Misalnya, tanyakan bagaimana nilai keluarga mempengaruhi pandangan hidup, bukan apakah mereka sepakat dengan semua hal secara instan.

  3. Parafrase dan Konfirmasi

    Ucapkan ulang apa yang didengar dengan kata kata sendiri, lalu minta konfirmasi. Contoh, Anda bisa berkata, aku menangkap bahwa kamu lebih mengutamakan kejujuran dalam komunikasi. Benar demikian?

  4. Ekspresikan Perasaan dengan Kalimat I

    Gunakan kalimat diri sendiri untuk mengungkap emosi tanpa menuduh, misalnya bukan Kamu tidak jujur, tetapi Saya merasa kurang jelas ketika topik ini disampaikan dengan tergesa-gesa.

  5. Hindari Generalisasi dan Label

    Jangan pakai kata seperti selalu atau tidak pernah. Kalimat umum mudah menimbulkan salah paham. Fokuskan pada situasi spesifik yang sedang dibahas.

  6. Perbaiki Nada Suara dan Bahasa Tubuh

    Bahasa tubuh yang terbuka, tatap mata dengan sopan, serta nada suara yang tenang menunjukkan kesiapan mendengar. Hindari tonasi yang menyerang atau sinis, karena hal itu bisa menumpulkan niat baik dalam ta aruf.

  7. Atur Waktu Pembicaraan Topik Sensitif

    Topik yang berpotensi memicu perdebatan perlu dibahas pada saat suasana tenang. Pilih waktu yang nyaman, hindari pembahasan penting saat lelah atau stress, agar aliran kata kata tetap terjaga konstruktif.

Cara Berbicara dengan Calon Pasangan: Contoh Kalimat yang Menyenangkan dan Jujur

  • Kalau kamu melihat nilai keluarga penting, bagaimana kamu membangun komunikasi dengan orang tua nanti?
  • Apa ekspektasimu terhadap komunikasi harian kita setelah menikah?
  • Saya ingin jujur tentang apa yang saya impikan dalam rumah tangga. Bagaimana perasaanmu jika kita mencoba menyelaraskan harapan kita secara bertahap?
  • Saat topik ini penting, saya lebih nyaman jika kita bahas pelan pelan agar tidak ada salah paham. Setuju?
  • Kalau ada hal yang tidak kita sepakati, bagaimana cara terbaik untuk kita menyelesaikannya tanpa melukai perasaan?

Menghindari Salah Paham: Langkah Praktis yang Bisa Kamu Terapkan

  • Konfirmasi Berkala – setelah pembicaraan penting, rekap inti pembicaraan dan tujuan bersama untuk menghindari miskomunikasi.
  • Gunakan Bahasa Netral – hindari kata kata yang menilai atau menyerang pribadi. Fokus pada perasaan dan kebutuhan, bukan kelakuan pasangan.
  • Setuju pada Hal yang Bisa Dikerjakan Bersama – buat rencana aksi bersama, misalnya bagaimana membangun komunikasi keluarga di masa depan.
  • Akui Ketidakpastian dengan Jelas – jika ada hal yang belum jelas, sampaikan dengan sopan dan minta waktu untuk memikirkannya.
  • Istirahatkan Pembicaraan saat Emosi Meninggi – jika nada mulai memanas, tutup pembicaraan sejenak dan lanjutkan di waktu yang lebih tenang.
  • Posisikan Niat Baik – ingatkan diri bahwa tujuan utama adalah membangun keluhuran rumah tangga yang diberkahi, bukan Menang sendiri.
  • Refleksi Diri Bersama – evaluasi bagaimana pembicaraan berjalan dan bagaimana kita bisa meningkatkan komunikasi di masa depan.

Ayat Al Quran dan Hadis untuk Penguatan Komunikasi

Al Quran mengajarkan kita menjaga lisan dan menghindari fitnah. Surah Al Hujurat ayat 12 mengingatkan agar tidak banyak prasangka, tidak mudah bergunjing, dan tidak menilai orang lain secara berlebihan. Implementasinya dalam ta'aruf adalah berbicara dengan jelas, jujur, dan niat baik, serta selalu menyertakan niat menjaga kehormatan pasangan dan keluarga. Selain itu, hadits shahih menyampaikan bahwa jika seseorang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. Prinsip ini menjadi pedoman praktis untuk kita saat berkomunikasi dengan calon pasangan agar tidak menimbulkan salah paham atau menjaga hubungan tetap ringan namun bermakna.

Penutup: Doa untuk Kelancaran Komunikasi dan Komitmen

Berdoa adalah bagian dari persiapan hati. Untuk kelancaran komunikasi dan kemudahan memahami satu sama lain, kita bisa memohon kepada Allah agar memudahkan jalan ta aruf dan membangun rumah tangga yang diridhoi. Salah satu doa yang umum dipakai adalah memohon agar keluarga diberikan rasa tenang dan kedamaian, sebagaimana disebutkan dalam doa memohon kebaikan bagi pasangan hidup dan keturunan. Semoga kita bisa mempraktikkan adab komunikasi ini dengan penuh ikhlas, sehingga niat baik kita mendapat ridha Allah SWT.

Siap Memulai Perjalanan Ta'aruf?

Daftar sekarang dan temukan pasangan hidup sesuai syariat Islam

Daftar Gratis