
Dialog Embun Ta'aruf: 9 Langkah Komunikasi Suci untuk Calon Pasangan Agar Harmonis Sejak Pertemuan Pertama
Ta'aruf adalah pintu pertemuan yang diharapkan dibuka dengan niat suci. Komunikasi dalam rangka ta'aruf bukan sekadar pertukaran kata, melainkan proses memahami nilai, tujuan hidup, dan keridoan Allah. Islam menuntun kita untuk berbicara dengan hikmah, menghindari prasangka, dan menjaga adab dalam setiap percakapan.
Dasar Teologis komunikasi dalam Islam
Al Quran mengajarkan kita berda\'wah dengan hikmah dan nasihat yang baik serta berdialog dengan cara yang paling baik. Hal ini menekankan pentingnya cara kita menyampaikan maksud tanpa menyinggung, sehingga maksud ta\'aruf dapat berjalan lancar dan penuh kejujuran.
Di samping itu hadith shahih menegaskan bahwa jika seseorang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Prinsip ini menjadi kompas utama dalam setiap percakapan dengan calon pasangan, terutama saat berbicara soal nilai, batasan, dan harapan masa depan.
9 Langkah praktis berkomunikasi dengan calon pasangan
- Mulai dengan niat lurus dan salam pembuka yang santun; ungkapkan niat ta\'aruf secara jelas dan awali dengan salam penuh kerendahan hati sehingga suasana percakapan menjadi tenang dan reflektif
- Gunakan bahasa yang lembut dan jelas, hindari kata kata yang bisa menyinggung; jaga pilihan kata agar tidak menyinggung perasaan meski perbedaan pendapat
- Berbagi visi hidup secara jujur namun tetap hormat dan sopan; jelaskan prioritas hidup seperti keluarga, iman, dan tanggung jawab tanpa menyinggung pasangan
- Berlatih mendengar aktif dengan parafrase dan konfirmasi; tunjukkan bahwa Anda benar benar mendengar dengan mengulangi inti jawaban dan meminta klarifikasi jika dibutuhkan
- Ajukan pertanyaan yang relevan untuk mengerti nilai inti pasangan; fokus pada hal hal yang penting bagi kelangsungan rumah tangga seperti akhlak, komitmen, serta pola komunikasi
- Hindari pertanyaan yang terlalu pribadi atau sensitif di tahap awal; tetap hormati batasan pribadi dan hindari kekerasan verbal atau opini yang menilai
- Jelaskan batasan dan harapan secara jelas tanpa menuntut; sampaikan ekspektasi secara realistik dan fleksibel, sambil tetap tegas dalam menjaga hak bersama
- Kelola emosi dan jeda jika suasana panas; jika terjadi ketegangan, berhenti sejenak, tarik nafas, lalu lanjut dengan bahasa yang menyejukkan
- Berlatih menyampaikan penolakan dengan cara sopan jika tidak cocok; jika ada sisi yang tidak sesuai, sampaikan secara empatik tanpa menyerang pribadi
Contoh dialog ta'aruf yang konstruktif
Dialog pertama menaruh fokus pada saling mengenal nilai dasar
- Calon A: Assalamu alaikum, semoga Allah memberkati hari Anda
- Calon B: Waalaikum salam, alhamdulillah sehat, terima kasih
- Calon A: Tujuan utama ta'aruf ini adalah mencari pasangan hidup yang berakhlak dan taat kepada Allah, bagaimana Anda melihat keluarga ideal
- Calon B: Keluarga ideal bagi saya adalah rumah tangga yang dibangun atas kasih sayang, kejujuran, serta komitmen untuk saling mendukung dalam ketaatan
Tips berikutnya untuk menjaga komunikasi tetap jelas antara calon pasangan
- Ulangi pemahaman dengan parafrase singkat setelah mendengar jawaban
- Berikan umpan balik yang spesifik dan tanpa menyerang pribadi
- Pastikan tujuan ta'aruf tetap jelas dan bukan sekadar hiburan atau coba coba
Tips tambahan untuk menghindari salah paham
- Berbicara secara teratur dalam tempo yang wajar
- Hindari asumsi dengan menanyakan konfirmasi langsung
- Gunakan bahasa yang menguatkan dan empatik
- Jaga adab mata dan suara saat berbicara, karena komunikasi nonverbal juga penting
Penutup
Komunikasi dalam ta'aruf adalah pondasi awal untuk membangun keluarga yang diridhoi Allah. Dengan mengikuti prinsip komunikasi Islami dan menerapkan langkah langkah praktis di atas, pasangan calon bisa saling mengenal dengan tenang, menghindari salah paham, dan menyiapkan diri untuk pernikahan yang kokoh di masa depan.
