Kembali ke Artikel
10 Tips Ta'aruf Islami: Hindari Red Flags dan Temukan Pasangan Terbaik
Tips Ta'aruf
28 Januari 2026
2 views

10 Tips Ta'aruf Islami: Hindari Red Flags dan Temukan Pasangan Terbaik

Oleh Admin Taarufin

Ta'aruf, sebuah proses perkenalan yang bertujuan mulia untuk membangun rumah tangga Islami, seringkali dipenuhi harapan dan kekhawatiran. Agar ta'aruf Anda berjalan lancar dan membuahkan hasil yang baik, penting untuk memahami prinsip-prinsip dasarnya dan menghindari kesalahan yang umum terjadi. Artikel ini akan membahas 10 tips ta'aruf Islami yang akan membantu Anda mengenali calon pasangan yang tepat dan menghindari red flags yang berpotensi merusak hubungan di masa depan.

1. Niat yang Lurus Karena Allah SWT

Langkah pertama dan paling krusial dalam ta'aruf adalah meluruskan niat. Pastikan niat Anda semata-mata karena Allah SWT, untuk mencari ridha-Nya dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Niat yang ikhlas akan membimbing Anda dalam setiap langkah dan keputusan yang diambil selama proses ta'aruf.

  • Periksa kembali niat Anda: Apakah Anda benar-benar ingin menikah karena Allah, atau ada faktor lain yang memengaruhi?
  • Berdoa kepada Allah: Mohonlah petunjuk dan kemudahan agar diberikan jodoh yang terbaik.
  • Jadikan ta'aruf sebagai ibadah: Setiap prosesnya, lakukan dengan penuh kesungguhan dan ketaatan kepada Allah.

2. Libatkan Pihak Ketiga yang Terpercaya

Dalam ta'aruf Islami, sangat dianjurkan untuk melibatkan pihak ketiga atau perantara (mak comblang) yang terpercaya. Pihak ketiga ini bisa berupa ustadz/ustadzah, tokoh agama, keluarga, atau teman yang saleh/salehah. Kehadiran mereka membantu menjaga adab dan etika selama proses ta'aruf, serta memberikan nasihat yang bijak berdasarkan syariat Islam.

  • Pilih perantara yang amanah: Pastikan perantara memiliki pemahaman agama yang baik dan dapat dipercaya.
  • Komunikasikan harapan Anda: Sampaikan kriteria calon pasangan yang Anda inginkan kepada perantara.
  • Terbuka terhadap masukan: Dengarkan nasihat dan pertimbangan dari perantara dengan lapang dada.

3. Perhatikan Adab dan Batasan Interaksi

Selama proses ta'aruf, penting untuk menjaga adab dan batasan interaksi sesuai dengan syariat Islam. Hindari berduaan (khalwat) dengan calon pasangan tanpa mahram, dan batasi pembicaraan pada hal-hal yang penting dan relevan dengan tujuan pernikahan. Jaga pandangan dan hindari sentuhan fisik yang tidak diperbolehkan.

  • Hindari khalwat: Selalu dampingi dengan mahram jika bertemu langsung.
  • Jaga pandangan: Hindari menatap lawan jenis dengan syahwat.
  • Batasi topik pembicaraan: Fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan dan agama.

4. Ajukan Pertanyaan yang Relevan dan Mendalam

Manfaatkan momen ta'aruf untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dan mendalam, yang akan membantu Anda mengenal calon pasangan lebih baik. Tanyakan tentang keyakinan agamanya, visi dan misi hidupnya, nilai-nilai yang dianut, serta rencana masa depannya. Hindari pertanyaan yang bersifat pribadi atau menyudutkan.

  • Tanyakan tentang agama: Seberapa dalam pemahaman agamanya dan bagaimana ia mengamalkannya?
  • Tanyakan tentang keluarga: Bagaimana hubungannya dengan keluarga dan apa peran keluarga dalam hidupnya?
  • Tanyakan tentang visi dan misi hidup: Apa tujuan hidupnya dan bagaimana ia ingin mencapainya?

5. Perhatikan Komunikasi dan Bahasa Tubuh

Selain dari jawaban yang diberikan, perhatikan juga cara calon pasangan berkomunikasi dan bahasa tubuhnya. Apakah ia berbicara dengan jujur dan terbuka? Apakah ia menghargai pendapat Anda? Apakah bahasa tubuhnya menunjukkan kesopanan dan keramahan? Hal-hal ini dapat memberikan petunjuk tentang kepribadian dan karakter calon pasangan.

  • Perhatikan kejujuran: Apakah ia menjawab pertanyaan dengan jujur dan tanpa ragu?
  • Perhatikan kesopanan: Apakah ia berbicara dengan sopan dan menghargai Anda?
  • Perhatikan bahasa tubuh: Apakah bahasa tubuhnya menunjukkan keramahan dan keterbukaan?

6. Cari Tahu tentang Latar Belakang Keluarga

Latar belakang keluarga calon pasangan juga penting untuk diketahui. Keluarga adalah lingkungan pertama yang membentuk kepribadian seseorang. Cari tahu tentang nilai-nilai yang dianut oleh keluarga, bagaimana hubungan antar anggota keluarga, dan bagaimana mereka memandang pernikahan. Hal ini dapat memberikan gambaran tentang bagaimana calon pasangan akan berperan dalam keluarga Anda nantinya.

  • Ketahui nilai-nilai keluarga: Apa nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh keluarga calon pasangan?
  • Ketahui hubungan antar anggota keluarga: Bagaimana hubungan antara orang tua, saudara, dan anggota keluarga lainnya?
  • Ketahui pandangan keluarga tentang pernikahan: Bagaimana keluarga calon pasangan memandang pernikahan dan peran suami istri?

7. Amati Akhlak dan Perilakunya Sehari-hari

Selain dari pertemuan ta'aruf, cobalah amati akhlak dan perilaku calon pasangan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana ia berinteraksi dengan orang lain? Apakah ia jujur, amanah, dan bertanggung jawab? Apakah ia menjaga shalatnya dan menjalankan perintah agama dengan baik? Hal-hal ini akan menunjukkan kualitas dirinya sebagai seorang Muslim/Muslimah.

  • Perhatikan interaksinya dengan orang lain: Bagaimana ia memperlakukan orang lain, terutama yang lebih lemah?
  • Perhatikan kejujuran dan amanahnya: Apakah ia dapat dipercaya dalam perkataan dan perbuatan?
  • Perhatikan ibadahnya: Apakah ia menjaga shalatnya dan menjalankan perintah agama dengan baik?

8. Waspadai Red Flags (Tanda Bahaya)

Selama proses ta'aruf, penting untuk mewaspadai red flags atau tanda-tanda bahaya yang menunjukkan bahwa calon pasangan mungkin tidak cocok untuk Anda. Beberapa contoh red flags antara lain: bersikap kasar atau merendahkan, tidak jujur, memiliki masalah keuangan yang serius, kecanduan, atau memiliki pandangan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

  • Kekerasan verbal atau fisik: Jangan toleransi segala bentuk kekerasan.
  • Ketidakjujuran: Jika ia berbohong, ini adalah tanda bahaya besar.
  • Kecanduan: Kecanduan apapun (narkoba, alkohol, judi, dll.) dapat merusak rumah tangga.

9. Istikharah dan Minta Pendapat Orang Tua

Setelah mempertimbangkan semua faktor dan merasa ada kecocokan dengan calon pasangan, lakukan shalat istikharah untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT. Mintalah agar ditunjukkan yang terbaik, jika memang calon pasangan tersebut baik untuk dunia dan akhirat Anda, maka mudahkanlah. Namun, jika sebaliknya, maka jauhkanlah. Jangan lupa juga untuk meminta pendapat dan restu dari orang tua. Restu orang tua sangat penting untuk keberkahan pernikahan.

  • Shalat istikharah: Mohon petunjuk Allah SWT.
  • Minta pendapat orang tua: Restu orang tua sangat penting.
  • Pertimbangkan semua faktor: Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan.

10. Tawakkal dan Berserah Diri kepada Allah SWT

Setelah melakukan semua usaha yang terbaik, tawakkal dan berserah dirilah kepada Allah SWT. Yakinlah bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik untuk Anda. Jika memang calon pasangan tersebut adalah jodoh Anda, maka Allah SWT akan memudahkan segala urusan. Namun, jika bukan, maka Allah SWT akan menggantinya dengan yang lebih baik. Teruslah berdoa dan berprasangka baik kepada Allah SWT.

  • Tawakkal kepada Allah: Berserah diri kepada kehendak Allah SWT.
  • Berprasangka baik: Yakinlah bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik.
  • Terus berdoa: Mohonlah petunjuk dan kemudahan dari Allah SWT.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah ta'aruf harus selalu berakhir dengan pernikahan?

Tidak selalu. Ta'aruf adalah proses perkenalan untuk saling mengenal dan menilai kecocokan. Jika setelah melalui proses ta'aruf ternyata tidak ada kecocokan, maka tidak ada kewajiban untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Berapa lama idealnya proses ta'aruf?

Tidak ada batasan waktu yang pasti. Yang terpenting adalah memanfaatkan waktu ta'aruf dengan sebaik-baiknya untuk saling mengenal dan menilai kecocokan. Beberapa ulama menyarankan agar proses ta'aruf tidak terlalu lama agar tidak menimbulkan fitnah.

Bagaimana jika orang tua tidak merestui pilihan saya?

Restu orang tua sangat penting dalam pernikahan. Cobalah untuk berbicara dengan orang tua secara baik-baik dan sampaikan alasan mengapa Anda memilih calon pasangan tersebut. Jika orang tua tetap tidak merestui, pertimbangkan alasan mereka dengan bijak. Jika alasan mereka tidak sesuai dengan syariat Islam, Anda bisa meminta bantuan tokoh agama untuk memberikan nasihat.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan red flags selama ta'aruf?

Jika Anda menemukan red flags selama ta'aruf, jangan ragu untuk mengakhiri proses ta'aruf tersebut. Lebih baik mengakhiri hubungan di awal daripada menyesal di kemudian hari. Konsultasikan dengan pihak ketiga yang terpercaya untuk mendapatkan nasihat yang bijak.

Kesimpulan

Ta'aruf adalah langkah awal menuju pernikahan yang berkah. Dengan mengikuti tips ta'aruf Islami di atas, Anda dapat meningkatkan peluang untuk menemukan pasangan yang tepat dan menghindari red flags yang berpotensi merusak hubungan di masa depan. Ingatlah untuk selalu meluruskan niat karena Allah SWT, melibatkan pihak ketiga yang terpercaya, menjaga adab dan batasan interaksi, mengajukan pertanyaan yang relevan dan mendalam, serta mewaspadai red flags. Jangan lupa untuk selalu berdoa, beristikharah, dan meminta restu dari orang tua. Jika Anda siap untuk memulai perjalanan ta'aruf, kunjungi platform ta'aruf kami dan temukan ribuan profil calon pasangan yang potensial. Semoga Allah SWT memudahkan jalan Anda untuk menemukan jodoh yang terbaik.

Siap Memulai Perjalanan Ta'aruf?

Daftar sekarang dan temukan pasangan hidup sesuai syariat Islam

Daftar Gratis